jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170pojo-accessibility domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kota Magelang (Humas) – H. Salamun selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Magelang yang juga menjabat Sekretaris Dewan Pendidikan, bersama Nurwiyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, melaksanakan kegiatan Monev Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SMP/MTs, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pengawasan dan penilaian untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan sesuai standar, jujur, dan efisien.
Dalam pelaksanaannya, Monev TKA memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain memastikan ujian berlangsung tertib dan lancar, kegiatan ini juga bertujuan memetakan capaian akademik siswa di berbagai satuan pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum. Hal ini dinilai penting sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan di Kota Magelang.
Tim monitoring melakukan pemantauan secara langsung terhadap berbagai aspek pelaksanaan ujian. Fokus utama meliputi kesiapan sarana dan prasarana seperti laboratorium komputer, kelancaran prosedur teknis, tingkat kehadiran peserta, serta kondisi mental dan kesiapan siswa dalam mengikuti tes.

“Pengawasan ini penting untuk menjaga integritas pelaksanaan asesmen, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa,” ujar Salamun.
Selain itu, hasil dari Monev ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian di masa mendatang. Tidak hanya itu, hasil TKA juga berfungsi sebagai validasi kompetensi siswa yang nantinya dapat dituangkan dalam bentuk sertifikat hasil.
Beberapa komponen utama yang menjadi perhatian dalam penilaian meliputi ketersediaan ruang ujian, sistem pengawasan, potensi kendala teknis seperti jaringan dan perangkat komputer, serta kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku.
Dengan peran krusialnya, Monev TKA diharapkan mampu menjamin akuntabilitas pelaksanaan ujian sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi yang konstruktif dan berkelanjutan. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Magelang, H. Salamun, bersama tim lintas instansi melaksanakan kegiatan Sidak Simpatik Pelajar di sejumlah sekolah di Kota Magelang, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Didikbud Kota Magelang dan melibatkan unsur Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang, Satpol PP, Cabdin Pendidikan Wilayah VIII, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP4KB).
Hari ini tim melakukan sidak di SMP Negeri 12 dan SMP Negeri 10 Kota Magelang. Sidak simpatik ini dilakukan dengan cara menyapa para siswa, masuk ke beberapa kelas, serta memeriksa isi tas mereka dengan pendekatan yang ramah dan edukatif.
“Sidak simpatik ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar agar selalu tertib, disiplin, dan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Salamun didepan para siswa.

Selain itu, tim juga memberikan motivasi dan pemahaman kepada para siswa mengenai barang-barang yang tidak boleh dibawa ke sekolah, seperti obat-obatan terlarang, senjata tajam, dan benda berbahaya lainnya. Selain itu, siswa juga diingatkan pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan dalam berkendara.
Hasil dari sidak di kedua sekolah tersebut menunjukkan hasil yang positif. Tim tidak menemukan adanya barang bawaan siswa yang melanggar aturan, apalagi yang berpotensi membahayakan.
“Kami sangat mengapresiasi kedisiplinan para siswa di SMPN 10 dan SMPN 12. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh pihak sekolah berjalan baik dan mendapat dukungan penuh dari orang tua,” tambah Salamun.
Melalui kegiatan Sidak Simpatik ini, diharapkan sinergi antarinstansi di Kota Magelang semakin kuat dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pelajar yang berkarakter, berakhlak mulia, dan taat aturan. (HS/SVS).
]]>