jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170pojo-accessibility domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Menteri Agama menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk menepis disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menag menyatakan, zakat memiliki aturan syariah yang tegas dan tidak boleh dimanfaatkan di luar kelompok penerima yang telah ditetapkan. Ia merujuk pada firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 60, yang menjelaskan delapan golongan (asnaf) penerima zakat.
Ayat tersebut menyebutkan bahwa zakat diperuntukkan bagi fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin, fii sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).
“Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Saya kira itu yang sangat penting. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ungkap Menag.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib.
Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.
“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.
Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
Sumber : Kemenag RI
]]>
Kota Magelang (Humas) — Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama memberikan tausiyah dalam kegiatan Pasar Raya Ramadan yang digelar oleh Radio Tidar FM di Area Studio Tidar FM, Jalan Gatot Soebroto No.1, Akmil Magelang, Minggu (22/02/2026).
Tausiyah yang disampaikan di sela-sela bazar UMKM ini bertujuan mengingatkan pengunjung dan para pedagang bahwa kemuliaan bulan suci tidak hanya terletak pada ibadah di dalam masjid, tetapi juga pada aksi nyata di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Magelang, Hj. Titik Soeprati, hadir memberikan siraman rohani dengan mengangkat tema ‘Ramadan dan Kepedulian Sosial.’ Tausiyah yang disampaikan dari panggung utama itu juga disiarkan secara langsung melalui frekuensi 94,3 FM, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Dalam ceramahnya, Titik menyampaikan bahwa pasar merupakan ruang interaksi ekonomi yang dinamis. Namun di bulan Ramadan, interaksi tersebut harus dibalut dengan nilai-nilai ukhuwah dan kepedulian.

“Di tempat seperti Pasar Raya Ramadan ini, kita melihat perputaran rezeki. Namun ingat, di dalam setiap rezeki yang kita dapatkan, ada hak orang lain yang dititipkan. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkannya dengan kepedulian,” ujarnya di hadapan para pengunjung dan pelaku UMKM.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga poin utama terkait kepedulian di bulan Ramadan.Beliau juga memaparkan tiga poin utama terkait kepedulian di bulan Ramadan, mulai Kepedulian terhadap Tetangga, Etika dalam Berdagang hingga Zakat dan Sedekah.
“Mari kita jadikan momentum bulan Ramadan sebagai tarbiah untuk bersedekah dan memberikan virus positif untuk memberi, mencintai, serta membantu hamba sahaya di sekitar kita,” pungkasnya.
Kehadiran Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kota Magelang di event Radio Tidar ini mendapat sambutan positif. Selain memberikan edukasi keagamaan, pesan yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana semangat gotong-royong sangat dibutuhkan. (HS/SVS)
]]>
Kota Magelang (Humas) — Kepala Kementerian Agama, H.M. Soleh Mubin, mengisi Talkshow Kajian Bulan Ramadan di Radio Magelang FM yang beralamat di Jl. Pahlawan No.74, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kamis (19/2/2026).
Talkshow ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang serta Radio Magelang FM. Kolaborasi tersebut menghadirkan siaran yang penuh makna, edukatif, dan inspiratif untuk menemani masyarakat dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan 1447 H.
Dalam kesempatan tersebut, H.M. Soleh Mubin menyampaikan materi bertajuk ‘Menyucikan Niat Menyambut Ramadan’. Ia mengajak seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dengan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Menurutnya, niat yang tulus menjadi fondasi utama agar ibadah puasa dan amalan Ramadan lainnya bernilai pahala dan membawa perubahan diri yang lebih baik.

“Ramadan adalah momentum penyucian jiwa. Mari kita sambut dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta tekad untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial,” ungkapnya dalam siaran tersebut.
Suasana studio terasa khidmat dengan tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Mazaya Aqlin Farhana, siswi SD Negeri Jurangombo 4 Kota Magelang. Ia melantunkan Surah Al-Baqarah ayat 183–185 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman, semakin memperkuat makna kajian yang disiarkan secara langsung kepada para pendengar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Magelang dapat memperoleh pencerahan serta motivasi untuk menjalani Ramadan dengan penuh keikhlasan, semangat ibadah, dan komitmen memperkuat kesalehan sosial demi terwujudnya kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan. (HS/SVS)
]]>
Halo, Sahabat Religi!
Dalam rangka pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan, berikut kami sampaikan penyesuaian Jam Kerja Pegawai ASN & Layanan Kemenag Kota Magelang :
Satker 5 Hari Kerja
– Senin – Kamis:
08.00-15.00 (Istirahat 12.00-12.30)
– Jum’at:
08.00 – 15.30 (Istirahat 11.30-12.30)
Satker 6 Hari Kerja
– Senin – Kamis, Sabtu:
08.00 – 14.00 (Istirahat 12.00-12.30)
– Jum’at:
08.00 – 14.00 (Istirahat 11.30-12.30)
Terimakasih atas perhatian & kerjasamanya. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan semangat Ramadan yang penuh berkah 


Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama (Menag) mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Menag, Jakarta, Rabu (18/22026).
Menag menegaskan, ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri dan hidup secara proporsional. Nilai ini penting untuk membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik terhadap sesama maupun terhadap alam.
“Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan segala keinginan, tetapi tentang kesadaran untuk hidup secara seimbang. Pengendalian diri inilah fondasi bagi keberlanjutan kita sebagai bangsa yang bermartabat,” tegasnya.
Terkait adanya perbedaan dalam mengawali Ramadan tahun ini, Menag mengajak masyarakat menyikapinya dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kebhinekaan bangsa Indonesia.
“Jadikanlah perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati. Dalam perbedaan itulah kualitas toleransi kita diuji dan ditingkatkan,” pesannya.

Menag juga mengimbau masyarakat untuk menjaga harmoni dan memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan. Ia mengingatkan teladan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama di bulan suci.
“Jadikan bulan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Pastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menag juga berharap, Ramadan kali ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Marhaban ya Ramadan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan bagi Indonesia tercinta,” pungkasnya.
Sumber : Kemenag RI
]]>
Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).
“Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers usai Sidang Isbat.
“Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” terangnya.
Menag menjelaskan, berdasarkan paparan, ketinggian hilal di seluruh wilayah NKRI masih berada di bawah ufuk, dengan rentang antara -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°). Sementara itu, sudut elongasi berada pada kisaran 0° 56‘ 23“ (0,94°) hingga 1° 53‘ 36“ (1,89°).
Artinya, secara hisab, posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum memenuhi kriteria Visibilitas Hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°.
“Dengan demikian, bukan hanya belum memenuhi kriteria imkan rukyat, tetapi secara astronomis hilal belum mungkin terlihat, sehingga secara hisab data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” jelas Menag.
Pertimbangan kedua, hasil hisab tersebut terkonfirmasi oleh laporan para perukyat yang diturunkan Kementerian Agama. Tahun ini, rukyat dilaksanakan di 96 titik pengamatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Tidak ada laporan hilal terlihat dari seluruh titik pengamatan. Bahkan di negara-negara Islam lainnya, belum ada yang memenuhi kriteria imkan rukyat, dan kalender Hijriah Global versi Turki pun tidak memulai Ramadan esok hari,” ujar Menag.
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” tegas Menag.
Menag berharap keputusan ini memungkinkan seluruh umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa secara bersama-sama. “Semoga momentum ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” pesannya.
“Apabila terdapat sebagian umat Islam yang memiliki keyakinan berbeda dalam penetapan awal Ramadan, kami mengimbau agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan. Jadikan perbedaan sebagai kekayaan dan mozaik indah bangsa Indonesia. Kita sudah berpengalaman hidup dalam perbedaan, tetapi tetap kokoh dalam persatuan,” tuturnya.
Turut membersamai Menag, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Sidang Isbat juga dihadiri oleh para pimpinan ormas Islam, para ahli falak dan astronomi dari perguruan tinggi, serta perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, dan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Biro Humas dan Komunikasi Publik
Sumber : Kemenag RI
]]>
Kota Magelang (Humas) – Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, H.M. Soleh Mubin, menjadi penceramah dalam kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka Tarhib Ramadhan 1447 H bertema “Bersama Ramadhan Tumbuhkan Akhlak Mulia”. Kegiatan ini diinisiasi oleh MGMP Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Kota Magelang dan berlangsung di Aula SMKN 1 Kota Magelang, Jalan Cawang No. 2, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kamis (12/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh ratusan siswa SMK serta guru PAI SMK se-Kota Magelang. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan pendidikan kejuruan.
Dalam ceramahnya, H.M. Soleh Mubin mengurai secara mendalam pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, melainkan juga bulan pembentukan karakter.


“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita dilatih untuk jujur, disiplin, sabar, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus tumbuh menjadi akhlak mulia, baik bagi siswa maupun guru,” terangnyadi hadapan peserta.
Ia juga menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus diimplementasikan dalam sikap belajar, etika pergaulan, tanggung jawab, serta semangat menuntut ilmu. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan karakter dan akhlak.
Kepada para guru PAI, ia berpesan agar terus menjadi teladan tidak hanya dalam penyampaian materi, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Guru adalah role model. Pendidikan berkarakter Islami akan terwujud jika guru dan siswa sama-sama meneladani akhlak Rasulullah,” tambahnya.
Melalui acara ini, diharapkan semangat menyambut Ramadhan 1447 H dapat menjadi titik awal untuk memperkuat pendidikan yang berkarakter Islami di SMK se-Kota Magelang, serta menumbuhkan generasi muda yang kompeten secara kejuruan, dan tetapi juga unggul dalam akhlak serta kepribadian. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) – Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, H.M. Soleh Mubin, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha H. Arif Yudha Himawan, menjadi penceramah dalam kegiatan Tabligh Akbar Milad ke-47 MI Al Iman Kota Magelang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi demi Kemajuan Madrasahku” dan berlangsung khidmat serta penuh antusiasme, Kamis (12/2//2026)
Acara ini turut dihadiri oleh Tugono, Kabag Kesra Setda Pemkot Magelang, Ketua Yayasan Al Iman Habib Fatta Zahir, para guru, siswa, serta wali murid MI Al Iman Kota Magelang.
Dalam ceramahnya, H.M. Soleh Mubin mengurai pentingnya kesiapan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial agar dapat memaksimalkan ibadah serta meningkatkan kualitas keimanan.
“Ramadan adalah momentum pendidikan ruhani. Bagi siswa, ini menjadi kesempatan melatih kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Bagi para guru, Ramadan adalah ruang untuk menanamkan keteladanan dan nilai-nilai akhlakul karimah,” tuturnya.


Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada para guru dan siswa agar terus memacu prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, kemajuan madrasah tidak lepas dari semangat belajar siswa, dedikasi guru, serta dukungan penuh dari orang tua dan yayasan.
“MI Al Iman harus semakin menjadi madrasah yang terpercaya di masyarakat dan mampu tampil sebagai madrasah unggulan. Kuncinya adalah kualitas, integritas, dan inovasi yang terus dijaga bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, H.M. Soleh Mubin mengajak seluruh stakeholder—yayasan, kepala madrasah, guru, orang tua, serta pemerintah daerah—untuk terus berkolaborasi dan bersinergi demi kemajuan madrasah. Ia menekankan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan adalah hasil kerja bersama, bukan kerja individu.
Tema kolaborasi yang diangkat dalam milad ke-47 ini, menurutnya, sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini yang membutuhkan sinergi kuat untuk menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (HS/SVS).
]]>
Sobat Religi! Kementerian Agama Kota Magelang menyampaikan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447H / 2026 sebagai panduan waktu imsak, salat, dan berbuka puasa bagi umat Muslim di Kota Magelang.
Mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan persiapan ibadah yang lebih tertib, tepat waktu, dan penuh keberkahan 
Semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah, rahmat, ampunan, dan kebaikan untuk kita semua.
Simpan & bagikan agar bermanfaat 

Download versi PDF nya di sini :
]]>