jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170pojo-accessibility domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam merawat persatuan dan mewujudkan kehidupan yang damai.
Hal tersebut disampaikan Menag dalam peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan di Istana Negara yang bertema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta”. Giat ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, Pimpinan Kementerian dan Lembaga dalam Kabinet Merah Putih.
Menag menyampaikan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber petunjuk dan rahmat bagi kehidupan manusia. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus mampu dihadirkan dalam kehidupan publik agar tidak sekadar menjadi bacaan, tetapi juga pedoman dalam berbangsa dan bernegara.
“Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan,” ujar Menag, Selasa (10/3/2026).
Menag menjelaskan bahwa peringatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara nyata. Menurutnya, implementasi nilai Al-Qur’an dalam pembangunan bangsa akan melahirkan keteguhan dalam memimpin menuju kebaikan bersama.


Menag juga menekankan tentang urgensi mendoakan pemimpin. Menurutnya, kebaikan seorang pemimpin akan membawa dampak positif bagi kemaslahatan seluruh rakyat dan negara.
“Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka,” tutur Menag.
Menag mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Ia berharap momentum ini memperkuat komitmen nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
“Semoga peringatan Nuzulul Qur’an ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat,” pungkasnya.
Dalam acara ini, Kementerian Agama turut menghadirkan 30 anak yatim dari panti asuhan untuk menerima paket bantuan sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
]]>
Momentum turunnya Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an hadir sebagai cahaya dan pedoman hidup, yang menuntun manusia menunaikan amanah menjaga bumi serta menebarkan nilai kasih sayang dan perdamaian bagi seluruh umat manusia.
Mari jadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam merawat bumi dan membangun kehidupan yang harmonis demi terwujudnya perdamaian dunia.
Mari peringati Nuzulul Qur’an dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan kita. 
