jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Sahabat Religi, Kementerian Agama Kota Magelang menghadirkan Masjid Ramah Pemudik yang siap menyambut dan melayani para pemudik selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
Nikmati fasilitas ibadah yang nyaman
Tempat istirahat sejenak
Akses air bersih dan ramah musafir
Mari manfaatkan masjid sebagai tempat singgah yang menenangkan di tengah perjalanan 


Cek lokasi masjid terdekat dan jadikan perjalanan mudikmu lebih berkah!
Selamat mudik, semoga perjalanan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan! 

Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani masyarakat pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Program ini diluncurkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag di Masjid Jamiβ An-Nur, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).
Peluncuran program dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, Kasubdit Kemasjidan Nurul Badruttamam, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, jajaran Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan TNI-Polri dan Kementerian Perhubungan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Masjid Ramah Pemudik merupakan wujud nyata toleransi dan pelayanan keagamaan yang hadir di ruang publik. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan yang melayani semua pihak.


βIni adalah bukti bahwa toleransi di Indonesia tidak berhenti pada tataran wacana. Masjid adalah rumah bagi siapa pun,β ujar Menag dalam sambutannya secara virtual.
Menag menjelaskan, pada Nataru 2025β2026, sebanyak 6.919 masjid disiapkan untuk memberikan layanan bagi para pemudik dan musafir. Ia mengimbau para pengelola masjid untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
βJika memungkinkan, sediakan kopi atau minuman hangat agar para pengemudi tidak mengantuk. Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti dapat menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya,β katanya.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menambahkan, akhir tahun memiliki dimensi keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan. Di satu sisi umat Nasrani merayakan Natal sebagai ibadah, sementara di sisi lain terdapat libur sekolah dan libur Tahun Baru yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian.
baca selengkapnya di
https://kemenag.go.id/pers-rilis/libur-natal-dan-tahun-baru-kemenag-siapkan-6919-masjid-ramah-pemudik-IAQt9