jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Menteri Agama menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk menepis disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menag menyatakan, zakat memiliki aturan syariah yang tegas dan tidak boleh dimanfaatkan di luar kelompok penerima yang telah ditetapkan. Ia merujuk pada firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 60, yang menjelaskan delapan golongan (asnaf) penerima zakat.
Ayat tersebut menyebutkan bahwa zakat diperuntukkan bagi fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin, fii sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).
“Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Saya kira itu yang sangat penting. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ungkap Menag.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib.
Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.
“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.
Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
Sumber : Kemenag RI
]]>
Kota Magelang (Humas) — Kepala Kementerian Agama Kota Magelang, H.M. Soleh Mubin, menerima kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi bidang keagamaan antara legislatif dengan Kementerian Agama Kota Magelang, khususnya dalam mendukung program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Kepala Kantor, H.M. Soleh Mubin, menyambut langsung kedatangan Wibowo Prasetyo didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa), H. Abdul Haris Tri Kusuma Edi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kemenhaj Kota Magelang, H. Helmi, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Giri Putranto.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan moderasi beragama, optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf, hingga peningkatan kualitas layanan haji dan pendidikan keagamaan.


H.M. Soleh Mubin menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari Komisi VIII DPR RI terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama di daerah.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan legislatif terhadap program-program Kementerian Agama. Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah sangat penting agar pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, akuntabel, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Kemenag untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik di bidang keagamaan, sekaligus menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama di Kota Magelang.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan terbangun kemitraan yang semakin solid antara DPR RI dan Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional dan berintegritas. (HS/SVS)
]]>
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Muchlis M. Hanafi, menjadi wakil Indonesia dalam Forum Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Karbala, Irak, 2–5 Februari 2026, atas undangan Diwan Al-Waqf al-Syi’i Pemerintah Irak. Keterlibatan wakil dari Indonesia menunjukkan peran aktif negara dalam diplomasi keagamaan global dalam forum internasional.
Muchlis M. Hanafi hadir sebagai anggota Komite Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Irak, yang akan diterbitkan oleh Al-Atabah al-Husainiyah, bersama para pakar Al-Qur’an dari berbagai negara dunia Islam, antara lain Yordania, Mesir, Suriah, serta negara-negara lainnya. Forum ini membahas secara mendalam aspek-aspek teknis dan ilmiah mushaf Al-Qur’an, meliputi rasm mushaf, qirā’āt, ḍabṭ, tanda waqaf, serta standar akademik dalam penerbitan mushaf yang sahih dan bertanggung jawab.
“Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Indonesia dalam penguatan kerja sama keagamaan internasional,” terang Muchlis M. Hanafi di Karbala, Selasa (3/2/2026).
Muchlis M. Hanafi sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama periode 2015–2022. Hingga saat ini, doktor lulusan Al-Azhar Mesir ini secara aktif terlibat dalam berbagai forum global terkait kajian dan penjagaan otoritas mushaf Al-Qur’an.
Selain di Irak, Muchlis M. Hanafi juga tercatat sebagai anggota tim pentashih Mushaf al-Ummah di Turki, sebuah proyek internasional yang melibatkan ulama Al-Qur’an dari 15 negara, dan diketuai oleh Syeikh Ahmad Isa al-Ma’sharawi. Di tingkat global, ia juga menjadi anggota Majelis ‘Ilmi Platform Sanad lil Ijāzah al-Qur’āniyyah, sebuah inisiatif internasional yang diluncurkan di Qatar pada tahun 2024 untuk memperkuat otoritas sanad dan transmisi keilmuan Al-Qur’an.
Partisipasi aktif ulama Indonesia dalam berbagai forum internasional ini sejalan dengan kebijakan Menteri Agama Republik Indonesia dan arahan Presiden Republik Indonesia yang mendorong penguatan peran Indonesia di panggung dunia, khususnya dalam diplomasi keagamaan, moderasi beragama, dan pengembangan kerja sama lintas negara Islam.
“Melalui keterlibatan ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan rujukan keilmuan dalam isu-isu Al-Qur’an dan keislaman kontemporer,” papar Muchlis M Hanafi.
“Diplomasi keagamaan Indonesia terus diarahkan untuk memperkuat nilai wasathiyah dalam Islam, dialog lintas mazhab, serta komitmen bersama umat Islam dunia dalam menjaga kemurnian dan otoritas mushaf Al-Qur’an,” tandasnya.
Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan
Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.
Kairo (Kemenag) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20/1/2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam mengenai amanah menjaga alam. “Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.
Menag menambahkan bahwa pendekatan ekoteologi menempatkan nurani dan etika sebagai elemen penting dalam mengelola kemajuan dan menjaga keseimbangan lingkungan. “Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan,” jelasnya.


Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi Kementerian Agama RI dengan Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI Kairo, dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan sebagai upaya memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.
Di sela-sela kegiatan, Menag juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille yang diterbitkan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar Salama Gomaa Dawud.
Dalam sambutannya, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan.
baca selengkapnya di https://kemenag.go.id/
]]>
Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab. Menurutnya, Al Azhar memberi sinyal positif atas kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir.
“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat,” ungkap Menag Nasaruddin sepulang dari kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo di Tangerang, Kamis (22/1/2026).
Menag menjelaskan bahwa Al Azhar siap memberikan asistensi kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Tujuannya, menguatkan kapasitas institusi agar menghasilkan lulusan yang lebih kompeten.

“Al-Azhar bersedia untuk memberikan asistensi terhadap perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu,” lanjutnya.
“Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia,” sambungnya.
Dikatakan Menag, pada April 2026, Pemerintah Mesir berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk penandatanganan MoU dan membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalin antara Indonesia dan Mesir.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia seiring dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Baca selengkapnya di https://kemenag.go.id/internasional/sinergi-indonesia-mesir-menag-al-azhar-siap-kirim-dosen-pendidikan-tinggi-keagamaan-untuk-indonesia-CKjSb
]]>
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam dua agenda strategis, yakni kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia, serta menjadi pembicara kunci pada seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo.
“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Menag sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Minggu (18/1/2026).
Menag menilai pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk belajar di Mesir. “Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” tutur Menag.

Selain memperluas akses pendidikan Islam, langkah ini juga dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin berat. “Mesir sekarang overloaded, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar juga jumlah mahasiswa internasional meningkat, sementara beban ekonominya berat,” jelas Menag.
Menurut Menag, gagasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.
Skema kerja sama yang akan dibahas meliputi kemungkinan program dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.
Bicara Ekoteologi di Al-Azhar
Selain agenda kerja sama pendidikan, Menag juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam seminar internasional bertema ekoteologi.
Sumber: Kemenag RI
]]>
Kota Magelang (Humas) – Pemotongan tumpeng digelar usai upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 di MTsN 2 Kota Magelang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala MTsN 2 Kota Magelang, H. Gunartomo, sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama dalam mendidik generasi bangsa dan melayani umat, Sabtu (3/1/2025).
Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, yang kemudian menyerahkan tumpeng kepada H. Gunartomo. Acara dihadiri oleh pejabat internal Kemenag Kota Magelang, para kepala madrasah, kepala KUA, panitia HAB ke-80, para Kaur TU madrasah, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Magelang.
Sebelum prosesi pemotongan tumpeng, HM. Soleh Mubin mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri pengabdian dan capaian Kementerian Agama, termasuk seluruh madrasah, dalam mendidik generasi bangsa serta melayani umat.


“Mari kita syukuri perjalanan panjang Kementerian Agama, termasuk seluruh madrasah, dalam mendidik generasi bangsa dan melayani umat. Pemotongan tumpeng ini menjadi simbol terima kasih kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas capaian, kebersamaan, dan kekuatan yang telah dianugerahkan. Semoga tradisi ini juga mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjadi pengingat untuk terus meningkatkan dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas pengabdian di dunia pendidikan dan pelayanan umat,” ujar Mubin.
Pemotongan tumpeng dalam peringatan HAB ke-80 Kemenag RI ini tidak hanya menjadi simbol syukur, tetapi juga mempererat hubungan dan kebersamaan di lingkungan madrasah dan jajaran Kemenag Kota Magelang. Tradisi ini diharapkan terus menumbuhkan semangat pengabdian, kerja sama, dan loyalitas seluruh insan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) — Kantor Kemenag Kota Magelang menyerahkan santunan pendidikan kepada siswa RA, MI, MTs, dan MA, serta santunan bagi pegawai tidak tetap di jajaran Kementerian Agama Kota Magelang, Sabtu (03/1/2026).
Penyerahan santunan dilaksanakan seusai upacara peringatan HAB ke-80 Kemenag RI Tahun 2026 yang digelar di MTsN 2 Kota Magelang. Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Kepala Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Setelah rangkaian upacara selesai, HM. Soleh Mubin secara simbolis menyerahkan santunan kepada para penerima.
HM. Soleh Mubin menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan pegawai, khususnya bagi siswa madrasah dan pegawai tidak tetap.


“Santunan pendidikan bagi siswa RA, MI, MTs, dan MA serta pegawai tidak tetap di lingkungan Kemenag Kota Magelang merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan serta peningkatan kesejahteraan insan pendidikan. Saya berharap melalui penyaluran santunan ini dapat meringankan beban serta menumbuhkan semangat belajar dan bekerja, serta memperkuat peran Kementerian Agama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak di Kota Magelang,” ujar Mubin.
Ia menambahkan bahwa Peringatan Hari Amal Bhakti bukan hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Magelang berharap dapat memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian seluruh insan Kementerian Agama dalam mendukung terwujudnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (HS/SVS).
]]>
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat beragama saat ini menghadapi tantangan Artificial Intelligence (AI) di era perubahan yang berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Menag minta jajaran Kementerian Agama tidak sekadar menjadi penonton, tapi mampu memberi warna substansi AI.
“Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” pesan Menag saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HAB ke-80 di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Upacara diikuti pejabat Eselon I dan II, serta ASN kantor pusat Kementerian Agama. Ikut juga dalam upacara, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama.



“Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” sambungnya.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Menag minta setiap ASN Kementerian Agama mampu bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. “Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman,” sebutnya.
Menurut Menag, sejarah mencatat bahwa nilai agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Baitul Hikmah pada abad pertengahan pernah menjadi pusat intelektual global; bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan.
]]>
Kota Magelang (Humas) – Kepala Kementerian Agama Kota Magelang membuka kegiatan Jalan Sehat Kerukunan dan Fun Games dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, yang digelar di MAN Kota Magelang, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Magelang H. M. Soleh Mubin, Kasubbag TU H. Arif Yudha Himawan, Kepala Madrasah se-Kota Magelang, Kepala KUA Kecamatan se-Kota Magelang, Ketua FKUB, Ketua DWP Kemenag Kota Magelang, IGRA, serta seluruh guru, ASN dan Non ASN di jajaran Kantor Kemenag Kota Magelang. Turut hadir pula Kepala Cabang Bank Jateng, BRI, Bapas 69, beserta tim, KBIHU Wali Songo, dan Uswatun Hasanah.



Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur dan harapan akan keberkahan.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang. Dalam sambutannya, H. M. Soleh Mubin menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir untuk terus merawat dan memperkuat kerukunan, baik di lingkungan sosial maupun keagamaan. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menjaga harmoni dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kemenag hadir untuk merawat kerukunan, baik dalam kehidupan sosial maupun keagamaan. Dengan satu kebersamaan, mari kita menyongsong tahun baru dengan semangat baru untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Jalan Sehat Kerukunan dan Fun Games ini, diharapkan seluruh keluarga besar Kemenag Kota Magelang semakin solid, sehat, dan siap melanjutkan pengabdian dengan semangat HAB ke-80 yang penuh kebersamaan dan optimisme. (HS/SVS)
]]>