jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170pojo-accessibility domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kota Magelang (Humas) – Kepiawaian Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, terlihat jelas saat menjadi narasumber pada kegiatan manasik haji tingkat kecamatan Magelang Tengah dan Magelang Selatan. Kegiatan manasik haji tersebut digelar oleh Kementerian Haji Kota Magelang di New Kebon Tebu Resto & Cafe yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 108, Kecamatan Magelang Selatan, Senin (10/2/2026).
Di hadapan 86 calon jamaah haji, ia menyampaikan materi dengan lugas, komunikatif, dan penuh makna, sehingga mampu menarik perhatian serta antusiasme peserta. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun spiritualitas diri yang kokoh sebagai kunci utama dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji.


“Spiritualitas diri yang kokoh merupakan fondasi utama dalam ibadah haji. Haji bukan sekadar rangkaian ritual yang menuntut kesiapan fisik dan materi, tetapi juga membutuhkan kedalaman iman, keikhlasan niat, serta keteguhan hati untuk beribadah semata-mata karena Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dengan spiritualitas yang kuat, setiap tahapan ibadah haji akan dijalani dengan kesadaran, kesabaran, penghayatan makna yang mendalam, serta kebahagiaan. Berbagai tantangan, kelelahan, serta perbedaan yang ditemui selama berada di Tanah Suci dapat disikapi sebagai bagian dari proses penyucian diri dan pembentukan karakter seorang hamba.
Lebih lanjut, HM. Soleh Mubin berharap para calon jamaah haji mampu mengambil nilai hakiki dari seluruh rangkaian ibadah yang dijalani. Menurutnya, spiritualitas yang kokoh akan menuntun jamaah untuk kembali ke tanah air tidak hanya dengan predikat haji secara syariat, tetapi juga membawa perubahan akhlak dan semangat ketakwaan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan manasik haji ini menjadi bagian penting dalam pembekalan calon jamaah haji, tidak hanya dari aspek teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar mampu menjalankan ibadah haji secara optimal dan spiritual agar mampu menjalankan ibadah haji secara optimal dan bermakna. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) – Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, menjadi narasumber dalam kegiatan manasik haji tingkat Kecamatan Magelang Utara. Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Haji Kota Magelangdi ruang audiovisual SMAN 4 Kota Magelang, Jalan Pangeran Senopati No. 42, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, HM. Soleh Mubin menyampaikan materi tentang spiritual build sebagai bagian penting dalam persiapan jamaah menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M. Ia menegaskan bahwa kesiapan spiritual merupakan fondasi utama yang tidak boleh diabaikan oleh calon jamaah haji.
“Menjelang pelaksanaan ibadah haji, spiritual build menjadi hal yang sangat penting. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi merupakan perjalanan batin untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” ungkapnya.


HM. Soleh Mubin menjelaskan bahwa kesiapan spiritual akan membantu jamaah dalam menata niat, memperkuat kesabaran, serta melatih keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik yang prima harus diiringi dengan kekuatan mental dan spiritual agar ibadah dapat dilaksanakan dengan optimal.
Lebih lanjut, ia mengajak 87 orang calon jamaah haji untuk membangun spiritualitas sejak dini melalui pendalaman makna manasik, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal spiritual yang kuat, jamaah diharapkan mampu menjalani setiap tahapan ibadah haji dengan khusyuk dan penuh kesadaran.
“Spiritualitas yang kuat akan membimbing langkah, menenangkan hati, dan menjadikan ibadah haji tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bermakna secara hakikat, sehingga dapat berbuah haji yang mabrur,” tuturnya.
Manasik haji ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada para calon jamaah, baik dari aspek teknis pelaksanaan ibadah maupun penguatan mental dan spiritual, sehingga siap menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya. (HS/SVS).
]]>