jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170pojo-accessibility domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kota Magelang (Humas) – Kementerian Agama Kota Magelang melalui Seksi Bimas Islam menggelar kegiatan Supervisi, Koordinasi, dan Monev Program Pelibatan Masyarakat dalam rangka optimalisasi Gerakan Keluarga Maslahat (GKM). Acara berlangsung pagi ini Rabu (26/11/2025) di Gedung Manasik Haji dan Balai Nikah KUA Kecamatan Magelang Utara, Jl. Jeruk Timur No. 5, Kramat Selatan, Magelang Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala KUA Kecamatan, penyuluh agama Islam, para penghulu, organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan se-Kota Magelang. Kehadiran tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program GKM.
Usai acara di buka oleh kepala kantor, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kasi Bimas Islam, H. Abdurrosyid, yang menjadi narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dan penguatan sinergitas lintas sektoral merupakan fondasi penting dalam mengoptimalkan GKM di Kota Magelang.



“Ketika masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan bergerak selaras, setiap program dapat terlaksana lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kokoh antar sektor memungkinkan pemetaan masalah dan kebutuhan keluarga dilakukan secara komprehensif, sehingga solusi yang dihadirkan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan aktif masyarakat serta sinergi lintas sektor yang solid akan menjadikan GKM sebagai motor penggerak peningkatan kualitas hidup keluarga di Kota Magelang. Upaya kolektif tersebut sekaligus menjadi landasan kuat dalam menata generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya menuju Indonesia Emas.
Penyampaian materi berlangsung hangat dan interaktif. H. Abdurrosyid, yang dikenal piawai dalam menyampaikan materi, berhasil menciptakan suasana akrab dan dialogis, sehingga peserta dapat terlibat aktif dan memahami secara lebih mendalam arah implementasi GKM ke depan. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) – Kemenag Kota Magelang melalui Seksi Bimas Islam menggelar Supervisi, Koordinasi, dan Monev Program Pelibatan Masyarakat dalam rangka optimalisasi Gerakan Keluarga Maslahat (GKM). Acara berlangsung di Gedung Manasik Haji dan Balai Nikah KUA Kecamatan Magelang Utara, Jl. Jeruk Timur No. 5, Kramat Selatan, Magelang Utara, Rabu (26/11/2025).
Hadir dalam acara ini para Kepala KUA Kecamatan se-Kota Magelang, penyuluh agama Islam, penghulu, ormas keagamaan Islam, serta perwakilan dari kecamatan dan kelurahan. Kehadiran beragam unsur tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dan memperluas dampak positif GKM.
Acara diawali dengan laporan kegiatan oleh Kasi Bimas Islam, H. Abdurrosyid, yang memaparkan tujuan, langkah pelaksanaan, serta pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan GKM.
Setelahnya, Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa supervisi, koordinasi, dan monev program pelibatan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi Gerakan Keluarga Maslahat berjalan optimal.



“Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan dapat menyelaraskan perencanaan, memperkuat kolaborasi, serta mengidentifikasi kendala di lapangan secara cepat dan tepat. Supervisi dan monev yang terstruktur juga memungkinkan program GKM tetap terarah, akuntabel, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,” tandasnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menggerakkan partisipasi masyarakat secara lebih efektif menuju terwujudnya Kota Magelang yang maslahat, tangguh, dan berdaya. Selain itu juga berharap agar di akhir kegiatan ini dapat dirumuskan rekomendasi yang komprehensif sebagai acuan perbaikan dan percepatan kesuksesan program GKM di Kota Magelang.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor sehingga pelaksanaan GKM semakin adaptif, inklusif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kota Magelang. (HS/SVS).
]]>
Kota Magelang (Humas) — Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Magelang menyelenggarakan kegiatan Pelibatan Masyarakat pada Gerakan Keluarga Maslahat, bertempat di Gedung Manasik Haji dan Balai Nikah KUA Magelang Tengah, Jl. Waringin, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bimbingan Keluarga yang bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berdaya guna.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, H.M. Soleh Mubin, didampingi oleh Kasi Bimas Islam, H. Abdurrosyid. Dalam sambutannya, H.M. Soleh Mubin menegaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan Gerakan Keluarga Maslahat.


“Gerakan ini tidak hanya bertujuan membentuk keluarga yang sejahtera secara ekonomi, tetapi juga berdaya dalam aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Ketika masyarakat terlibat aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, maka nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial dapat tumbuh kuat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat akan memastikan setiap program benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Dengan demikian, Gerakan Keluarga Maslahat bukan sekadar program pemerintah atau lembaga, tetapi menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat.
“Kolaborasi inilah yang akan melahirkan keluarga-keluarga tangguh, mandiri, dan maslahat bagi lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, penyuluh agama, dan perwakilan organisasi keagamaan di wilayah Magelang Tengah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk terus menguatkan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. (HS/SVS).
]]>