jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kotamagelang/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
]]>Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kota Magelang, Muhammad Soleh Mubin, menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut dunia madrasah untuk terus beradaptasi. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah penerapan E-Ijazah, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi melalui sistem paperless. Beliau menekankan bahwa kebijakan ini harus dilaksanakan dengan teliti serta berbasis data yang valid agar tidak terjadi kesalahan yang dapat merugikan siswa.

Kasi Pendidikan Madrasah, Fathurrohim, menjelaskan beberapa aspek penting terkait E-Ijazah. Ia menyebutkan bahwa penerapan E-Ijazah dimulai pada tahun 2025 berdasarkan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Dalam pemaparannya, Fathurrohim menyampaikan langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh madrasah dalam implementasi E-Ijazah, yaitu:
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh madrasah di Kota Magelang dapat mengimplementasikan sistem E-Ijazah dengan baik dan akurat, sehingga proses administrasi pendidikan semakin efisien dan terpercaya.
]]>Pada tayangan perdana, talk show ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Muhammad Soleh Mubin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Magelang, serta Fathurrohim, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah. Mengangkat tema Ramadlan Menyenangkan dan Menenangkan, diskusi yang dipandu oleh host Mbak Salsa berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme.

Berikut materi yang disampaikan:
RAMADLAN MENYENANGKAN DAN MENENANGKAN
A. AWAL RAMADLAN
Pemerintah melalui Sidang Itsbat yang digelar oleh Kementerian Agama telah menetapkan tanggal 1 Ramadlan 1446 H bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 1 Maret 2025. Penetapan itu berdasarkan kesaksian perukyat yang berhasil melihat hilal di titik rukyatul hilal di wilayah Aceh. Sebagai informasi bahwa berdasarkan Kriteria Imkanurrukyat Kemenag RI yang meratifikasi Kriteria yang disepakati oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yakni ketinggian hilal saat matahari terbenam minimal 3 derajat di atas ufuk dan sudut elaongasi matahari dan bulan 6,4 derajat atau 6 derajat 24 menit. Dari data hisab yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia yang secara geografis di timur Aceh belum memenuhi kriteria itu dan hanya Aceh yang sudah memenuhi kriteria tersebut.
Dengan penetapan ini maka sebagian besar kaum muslimin di Indonesia secara serentak memasuki bulan Ramadlan pada hari Sabtu yang lalu.
B. RAMADLAN MENYENANGKAN DAN MENENANGKAN
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk dapat mewujudkan Ramadlan yang menyenangkan dan menenangkan. Secara gamblang Beliau mengatakan, “Mari kita sambut Ramadan dengan hati lapang dan bahagia. Ramadan ini, adalah bulan mulia yang selalu dinantikan. Tugas kita bersama untuk menghidupkan hari-hari Ramadan ini. Kita sebarkan dan giatkan hal-hal positif, sehingga Ramadan kali ini menyenangkan dan menenangkan bagi seluruh bangsa.”
Ramadan adalah bulan Istimewa. Banyak peristiwa-peristiwa penting terjadi di bulan ini. Bahkan, kemerdekaan negara kita pun terjadi saat Ramadan. Seluruh umat beragama dapat membangun energi positif. Ramadlan adalah momentum bersama untuk menciptakan hal-hal positif.
Secara praktis Jargon Ramadlan Menyenangkan dan Menenangkan yang digagas oleh Menteri Agama itu diterjemahkan oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, Sekjen Kemenag RI dalam program kegiatan yang dijabarkan dalam empat subtema, yaitu: Ramadlan Mengaji, Ramadlan Peduli Lingkungan, Ramadlan Berbagi, dan Ramadlan Inklusi.
Sub tema ini berisi program-program yang sifatnya penguatan kajian keislaman. Seluruh lapisan Masyarakat bisa menyeenggarakan kegiatan kajian keagamaan. Di kantor-kantor, di masjid dan musholla, di lingkungan lembaga Pendidikan dan sebagainya. Bentuknya juga bisa beragam misalnya seminar, kultum, kajian kitab tertentu, diskusi, tadarus al Qur’an dan bentuk lainnya.
Program ini selaras dengan tuntunan bahwa setiap mukmin hendaknya terus berupaya meningkatkan kualitas diri. Nikmat iman sendiri merupakan anugerah terbesar. Namun demikian tingkatan keimanan bisa berbeda antara mukmin yang satu dengan yang lainnya. Perintah untuk ini di antaranya termaktub dalam firman Allah SWT:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا (النساۤء/4: 136)
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh. (An-Nisa’/4:136)
Ibnu Adil dalam kitab tafsirnya yakni Al-Lubab, juz: 5, halaman 391, menerangkan bahwa maksud ayat di atas adalah seruan Alloh kepada setiap mu’min untuk beristiqomah dalam keimanannya. Di samping itu ia juga memaparkan beberapa macam tingkatan kualitas iman seseorang.
2. Ramadlan Peduli Lingkungan
Sub tema ini berisi program-program yang menyelaraskan ibadah dengan menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya, bersih-bersih rumah ibadah dan penanaman pohon.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ( الاعراف/7: 56)
Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. (Al-A’raf/7:56)
Syekh Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsirnya Mafatihul Ghaib juz 14 hal 283 menjelaskan bahwa maksud dengan berbuat kerusakan itu mencakup:
Kelima larangan ini adalah bagian penting dari perjalanan kehidupan manusia di dunia.
Ad-Dhahak berkata: maknanya ialah jangan mengotori sumber mata air, dan jangan pula memotong pohon yang sedang berbuah sebab akan menimbulkan kerusakan
3. Ramadlan Berbagi
Sub tema ini berisi program yang bertujuan meningkatkan kesalehan sosial bagi umat beragama. Misalnya, buka puasa bersama, serta penyaluran zakat, wakaf, dan sedekah. Intinya adalah kegiatan yang menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama sesama.
قال رسول الله : « أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس ، وأحب الأعمال إلى الله سرور تدخله على مسلم ، أو تكشف عنه كربة ، أو تقضي عنه دينا ، أو تطرد عنه جوعا ، ولأن أمشي مع أخ لي في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد ، يعني مسجد المدينة ، شهرا ، ومن كف غضبه ستر الله عورته ، ومن كظم غيظه ، ولو شاء أن يمضيه أمضاه ، ملأ الله عز وجل قلبه أمنا يوم القيامة ، ومن مشى مع أخيه في حاجة حتى أثبتها له أثبت الله عز وجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام » (المعجم الأوسط للطبراني – ج 13 / ص 282)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, sedangkan amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang engkau diberikan kepada diri seorang muslim atau engkau menghilangkan kesulitannya atau engkau melunasi hutangnya atau membebaskannya dari kelaparan. Dan sesungguhnya (jika) aku berjalan bersama saudaraku untuk menunaikan satu hajat/keperluan lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjid ini, yaitu masjid Madiinah selama sebulan. Dan barangsiapa yang meninggalkan amarahnya, niscaya Allah akan tutup aurat (kesalahan)-nya. Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melakukannya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat. Barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk menunaikan satu keperluan hingga keperluan itu dapat ditunaikan baginya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan mengokohkan kakinya di atas shiraath pada hari dimana banyak kaki yang tergelincir padanya”
Cerita Hikmah terkait hadis di atas: Abu Hurairah RA beri’tikaf di Masjid Nabawy, beliau memperhatikan ada seseorang yang terlihat bersedih. Beliau menghampiri orang tersebut dan menanyai keadaanya. Kemudian beliau mengajak orang tersebut keluar masjid dan menawarkan jasa untuk membantunya. Orang tersebut bertanya kepada Abu Hurairah, “apakah Anda akan keluar masjid dan meninggalkan i’tikaf demi membantuku?” beliau menjawab, “aku teringat sabda Rasululloah SAW, bahwa keluar membantu orang lain lebih baik dari pada i’tikaf di masjid Nabawi ini selama satu bulan.”
4. Ramadlan Inklusi
Sub tema ini berupa sejumlah program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama. Dengan demikian Ramadhan bisa menjadi inspirasi ukhuwah.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ( الحجرٰت/49: 13)
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (Al-Hujurat/49:13)
Trilogi Ukhuwah : Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah Dan Ukhuwah Basyariyah.
Ukhuwah islamiyah merupakan tata hubungan antara sesama manusia yang berkaitan dengan keagamaan (keislaman). Ukhuwah ini merupakan persaudaraan sesama muslim, yang tumbuh dan berkembang karena kesamaan akidah, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Tata hubungan ini menyangkut dan meliputi seluruh aspek kehidupan (ibadah, muamalah, munakahat, mu‘âsyarah, interaksi keseharian) yang akhirnya akan membentuk dan menumbuhkan persaudaraan hakiki.
Ukhuwah wathaniyah adalah tata hubungan antar sesama manusia yang berkaitan dengan ikatan kebangsaan dan kenegaraan. Tata hubungan ini mencakup aspek yang bersifat muamalat (kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan), dalam konteks sebagai warga negara memiliki kesamaan derajat dan tanggung jawab untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan bersama.
Ukhuwah basyariyah adalah tata hubungan antara manusia yang tumbuh dan berkembang atas dasar rasa kemanusiaan yang bersifat universal. Tata hubungan ini mencakup aspek yang berkaitan dengan kesamaan martabat kemanusiaan (dignity) untuk kehidupan yang sejahtera, adil dan damai.
Berikut Link Youtube yang bisa akses:
Dalam kesempatan tersebut, Fathurrohim menyoroti fenomena yang sering terjadi menjelang atau di awal Bulan Ramadlan, yakni ucapan “Ramadlan Mubarak” yang kerap terdengar dan tersebar dalam berbagai bentuk. Mulai dari flayer, ucapan kepada teman, banner yang dibuat oleh takmir masjid, hingga baliho besar yang dipasang oleh instansi pemerintah.
Frasa “Ramadlan Mubarak” secara bahasa berarti “bulan Ramadlan yang diberkahi” dan sering diterjemahkan sebagai “Bulan Ramadlan Penuh Berkah”. Namun, apa sebenarnya makna dari berkah atau barokah?
Merujuk pada pendapat Ibnu Asyur dalam kitab al-Tahrir wa al-Tanwir, barokah didefinisikan sebagai kebaikan yang banyak dan berkembang (katsratul khair wa namaa’uhu). Namun, bentuk kebaikan ini sering kali dipahami secara subjektif. Apa yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu baik bagi orang lain, dan yang baik menurut manusia belum tentu sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
Dalam kitab tafsir Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil, Al-Khazin memberikan batasan yang lebih jelas tentang makna berkah, yaitu bahwa asal barokah adalah tetapnya kebaikan ilahi pada sesuatu (ashlu al-barokah tsubut al-khair al ilahy fi al-syai’i). Dengan kata lain, berkah haruslah berupa kebaikan yang sejalan dengan pesan-pesan ilahi.
Di bulan Ramadlan ini, Allah SWT menurunkan banyak kebaikan. Di antaranya, Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain itu, Allah menjadikan salah satu malam di dalamnya lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Di bulan ini, setan-setan dibelenggu, pahala ibadah dilipatgandakan, serta rahmat dan maghfirah-Nya dicurahkan kepada hamba-hamba-Nya. Kebaikan-kebaikan ilahi yang melimpah di bulan ini menjadikan Ramadlan penuh berkah.
]]>Dalam rapat ini, Arif Yudha Himawan, Kasubag TU Kankemenag Kota Magelang, menegaskan bahwa seluruh kegiatan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) harus berpedoman pada peraturan yang berlaku, termasuk terkait kehadiran dan cuti selama bulan Ramadlan.
Muhammad Soleh Mubin, Kepala Kankemenag Kota Magelang, dalam arahannya mendorong agar semua madrasah saling menguatkan. Ia menekankan bahwa setiap personil di madrasah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, Kepala Madrasah sebagai pemimpin diharapkan dapat mengapresiasi kelebihan GTK yang berada di bawah kepemimpinannya. “Hanya orang sombong yang tidak pernah mau membahas kelebihan orang lain,” ujarnya.
Fathurrohim, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), memaparkan Panduan Kegiatan Ramadlan yang telah diterbitkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Dalam panduan tersebut, tema kegiatan bulan Ramadlan tahun ini adalah “Ramadlan Penuh Cinta”. Ia mengimbau agar semua madrasah menyusun perencanaan kegiatan Ramadlan secara komprehensif, baik untuk tahap pra-Ramadlan, selama Ramadlan, maupun pasca-Ramadlan. Setelah kegiatan selesai, seluruh madrasah, termasuk RA, diwajibkan untuk membuat laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain itu, dalam sesi diskusi, Kasi Penmad memberikan kesempatan kepada seluruh kepala madrasah dan perwakilan IGRA untuk menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masing-masing lembaga. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan kegiatan Ramadlan di madrasah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa dan tenaga pendidik.
Melalui rapat koordinasi ini, Kankemenag Kota Magelang berharap bahwa Ramadlan 1446 H dapat menjadi momentum penuh keberkahan dan cinta, serta semakin mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah.
]]>Dalam kesempatan tersebut, Fathurrohim menyitir pendapat beberapa ulama hadis tentang makna fitrah. Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, fitrah memiliki beberapa makna penting yang menjadi landasan dalam pendidikan anak. Pertama, semua manusia dilahirkan sudah dibekali tauhid (yulad ‘ala tauhid). Kedua, semua manusia dilahirkan tanpa ada potensi berbuat keburukan (yulad khaliyan min dawa’ al dlalal). Ketiga, semua manusia dilahirkan dengan potensi kebaikan (yulad akhyar di al thab’). Keempat, semua manusia dilahirkan dengan hati yang selalu siap menerima petunjuk (musta’id li qabul al hidayah).
Menurutnya, lembaga pendidikan Islam, khususnya di tingkat Raudhatul Athfal (RA), memiliki tugas besar dalam menjaga dan mengembangkan potensi fitrah yang dimiliki setiap anak sejak lahir. Pendidikan agama Islam harus mampu membimbing anak-anak agar tetap berada di jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus yang harus kita bentuk dengan nilai-nilai Islam yang kuat. Oleh karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ujar Fathurrohim.
Dengan adanya penguatan peran pendidikan Islam seperti yang disampaikan oleh Fathurrohim, diharapkan anak-anak tetap berada dalam jalur fitrah mereka dan mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
]]>
]]>Di Kota Magelang, terdapat tujuh madrasah yang bernaung di bawah Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, yakni MAN Kota Magelang, MA Al Iman Kota Magelang, MTsN Kota Magelang, MTsN 2 Kota Magelang, MI Al Iman Kota Magelang, dan MI Muhammadiyah Teladan Kota Magelang. Pada tahun ini, pelaksanaan PPDB Bersama masih terbatas pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dengan harapan bahwa di tahun mendatang, sistem ini dapat diterapkan untuk semua jenjang pendidikan madrasah.
Fathurrohim menekankan bahwa dengan adanya PPDB Bersama, diharapkan terjadi distribusi siswa yang lebih merata serta peningkatan daya saing antar-madrasah. “Dengan adanya koordinasi yang baik, kami yakin setiap madrasah memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan peserta didik terbaik. Ini merupakan langkah maju bagi madrasah-madrasah di Kota Magelang,” ujarnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepala madrasah dan tenaga pendidik, yang melihat bahwa sistem ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas serta daya tarik madrasah di tengah persaingan dengan lembaga pendidikan lainnya. PPDB Bersama diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi calon peserta didik dan orang tua dalam memilih madrasah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Semoga dengan adanya langkah awal ini, program PPDB Bersama dapat terus berkembang dan mencakup semua jenjang madrasah di Kota Magelang, sehingga visi untuk maju bersama dapat terwujud secara nyata.
]]>Untuk memastikan seluruh civitas akademik madrasah memahami juknis yang telah ditetapkan, Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Magelang mengadakan sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni untuk jenjang Raudhatul Athfal (RA) pada hari Selasa, 4 Februari 2025, dan untuk jenjang Madrasah pada hari berikutnya, Rabu, 5 Februari 2025.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Magelang, Muhammad Soleh Mubin, mendorong semua madrasah untuk melaksanakan PPDB sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya mengikuti aturan agar proses penerimaan peserta didik baru berjalan dengan transparan dan akuntabel.
Senada dengan hal tersebut, Kasubbag TU Kankemenag Kota Magelang, Arif Yudha Himawan, menegaskan bahwa madrasah harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan PPDB. Ia mengingatkan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dalam mengamati proses seleksi penerimaan peserta didik, sehingga madrasah harus menjaga kredibilitas dan integritasnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah, Fathurrohim, menyatakan bahwa pelaksanaan PPDB tahun ini menjadi tonggak penting dalam digitalisasi data madrasah. Hal ini sejalan dengan Program Integrasi Media Digital Madrasah (IMELDA), di mana data yang diinput sejak tahap PPDB harus valid dan terintegrasi secara digital. Dengan demikian, madrasah dapat memiliki sistem data yang lebih akurat dan terstruktur untuk mendukung pengelolaan pendidikan di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Fathurrohim juga membuka peluang penyelenggaraan PPDB bersama, khususnya untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses seleksi serta mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendaftarkan anak-anak mereka ke madrasah yang diinginkan.
Dengan berbagai langkah strategis ini, PPDB Madrasah Tahun 2025/2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang penerimaan peserta didik baru, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mewujudkan sistem digitalisasi data madrasah yang lebih baik dan modern.
]]>Dalam Juknis tersebut, pada Ketentuan Umum poin 12 disebutkan bahwa Kankemenag Kabupaten/Kota dapat menyelenggarakan PPDB Bersama. Hal ini menginspirasi civitas akademika madrasah di Kota Magelang untuk bersinergi dalam mengenalkan keunggulan madrasah kepada masyarakat, menjadikannya pilihan utama dalam pendidikan.
Saat ini, terdapat tujuh madrasah di Kota Magelang yang terdiri dari dua Madrasah Ibtidaiyah (MI), tiga Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan dua Madrasah Aliyah (MA). Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kankemenag Kota Magelang, Fathurrohim, menegaskan komitmen semua madrasah untuk saling membantu dan memperkuat satu sama lain selama masa PPDB. “Pada masa PPDB ini, semua madrasah akan berkomitmen saling membantu dan menguatkan. Jargon yang diusung adalah Madrasah Kota Magelang Maju Bersama, atau disingkat MAKOM MAMA,” ungkapnya.
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga datang dari Kepala MTsN Kota Magelang, Muh Mabrur, yang turut diamini oleh Kepala Tata Usaha dan Wakil Kepala bidang Kurikulum. Gagasan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi yang segera diselenggarakan oleh Seksi Penmad Kankemenag Kota Magelang guna memastikan kelancaran pelaksanaannya.
Dengan adanya PPDB Bersama ini, diharapkan madrasah di Kota Magelang semakin berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
]]>